Disbun Dorong Regulasi Kabupaten/Kota

Minim Kemitraan, Petani Sawit Swadaya Riau Masih Tertekan Harga Rendah

Metropolis Minggu, 17 Agustus 2025 - 20:39 WIB
Minim Kemitraan, Petani Sawit Swadaya Riau Masih Tertekan Harga Rendah

Petani sawit di Riau yang belum tergabung dalam kemitraan mengalami kendala penjualan sehingga harga TBS menjadi anjlok. (Foto Istimewa)

SAWITNEWS.CO – Pemprov Riau mengakui masih banyak petani kelapa sawit yang hingga kini belum tergabung dalam kemitraan sawit plasma atau belum bermitra dengan perusahaan kelapa sawit. Dampaknya, harga TBS sawit petani anjlok.

Menurut Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Disbun Riau Defris Hatmaja, ada sejumlah kendala yang menyebabkan para petani swadaya tidak mau bermitra dengan perusahaan.

Di antaranya terkait lahan petani yang berada di kawasan hutan. Kemudian ada juga petani swadaya yang belum memenuhi persyaratan kemitraan, seperti belum memiliki kelembagaan atau organisasi petani. Kendala lainnya, para petani belum memenuhi syarat minimal luasan kebun.


“Kekurangan persyaratan tersebut menghambat petani bisa dijadikan mitra penjualan TBS sawit ke perusahaan,” katanya, Ahad (17/8/2025).

Hal-hal tersebut sejauh ini menjadi penyebab utama mengapa kemitraan antara petani dengan PKS sulit terwujud. Namun demikian, pihaknya sudah mendorong kepada pemerintah kabupaten/kota untuk membuat regulasi kemitraan petani swadaya dengan pabrik sawit.

“Tapi sampai kini belum ada yang membuat,” sesalnya.

Dinas Perkebunan Provinsi Riau juga terus mengupayakan berbagai langkah agar bisa meningkatkan harga jual tandan buah segar (TBS) sawit petani di tengah masih rendahnya harga acuan yang ditetapkan Pemda.

Dia menyebut, saat ini, untuk harga jual TBS sawit yang bermitra dengan perusahaan, sudah sesuai dengan harga acuan dari Disbun.


“Jadi untuk sekarang harga sawit murah itu adalah petani yang non mitra, karena itu sudah ada regulasi berupa peraturan Gubernur yang mendorong kemitraan petani swadaya dengan perusahaan. Cuma para petani swadaya ini cukup sulit memenuhi persyaratan, bahkan ada yang tidak mau dimitrakan,” pungkasnya. (MNA/SP)

Muthia NA
Editor :FA Syam