UMKM Binaan BPDP Unjuk Produk Bernilai Tambah Sawit di Parapat
BPDP hadirkan berbagai produk UMKM berbasis kelapa sawit dalam Pekan Inovasi dan Investasi Sumatera Utara 2026. (Dok BPDP)
SAWITNEWS.CO – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai Badan Layanan Umum Kementerian Keuangan turut ambil bagian dalam Pekan Inovasi dan Investasi Sumatera Utara 2026 yang digelar di Open Stage Parapat, Kabupaten Simalungun, pada 10–13 Juni 2026.
Melalui partisipasi tersebut, BPDP menghadirkan berbagai produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis kelapa sawit sebagai bentuk dukungan terhadap hilirisasi, inovasi, dan penguatan ekonomi masyarakat berbasis perkebunan.
Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara itu dibuka secara resmi oleh Muhammad Bobby Afif Nasution dan dirangkaikan dengan pencanangan Sensus Ekonomi 2026.
Acara tersebut dihadiri Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, unsur Forkopimda, kepala daerah se-Sumatera Utara, pelaku usaha, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, BPDP menampilkan beragam produk inovatif hasil pengembangan UMKM turunan sawit, mulai dari produk pangan, kerajinan, kosmetik, hingga berbagai produk bernilai tambah lainnya yang memanfaatkan potensi kelapa sawit secara berkelanjutan.
Kehadiran BPDP menjadi bagian dari upaya memperkenalkan luasnya potensi industri hilir sawit sekaligus membuka peluang investasi dan pengembangan usaha berbasis komoditas strategis nasional.
Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, mengatakan keikutsertaan BPDP dalam kegiatan ini bertujuan mempromosikan produk-produk inovatif yang dihasilkan UMKM mitra BPDP sekaligus mengampanyekan manfaat industri sawit, khususnya di Sumatera Utara.
“Partisipasi BPDP dalam ajang ini juga menjadi sarana promosi bagi UMKM binaan untuk memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan daya saing produk, serta memperkenalkan inovasi yang telah dikembangkan kepada masyarakat," mata Helmi, Jumat (11/6/2026), dikutip riauaktual.com.
"Kami berharap hal ini dapat menginspirasi masyarakat untuk membangun UMKM berbasis sawit dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi Presiden Prabowo Subianto sebesar 8 persen,” ujarnya.
Sementara itu, dalam sambutannya saat pembukaan acara, Bobby Nasution menegaskan pentingnya kegiatan tersebut dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, Pekan Inovasi dan Investasi Sumatera Utara yang diselenggarakan bersamaan dengan pencanangan Sensus Ekonomi 2026 akan menghasilkan data yang mutakhir sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi ke depan.
“Kegiatan Pekan Inovasi dan Investasi ini berbarengan dengan pencanangan Sensus Ekonomi 2026. Hasil sensus akan memberikan data yang mutakhir dan terbarui, yang nantinya menjadi dasar penyusunan kebijakan untuk mendongkrak perekonomian masyarakat,” katanya.
Melalui keikutsertaan dalam Pekan Inovasi dan Investasi Sumatera Utara 2026, BPDP berharap produk-produk turunan sawit karya UMKM Indonesia semakin dikenal luas, mampu menembus pasar yang lebih besar, serta mendorong terciptanya nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat dan sektor perkebunan kelapa sawit nasional.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa industri kelapa sawit tidak hanya berperan sebagai penghasil bahan baku, tetapi juga menjadi sumber inovasi dan penggerak ekonomi kerakyatan melalui pengembangan produk hilir yang kreatif, bernilai tinggi, dan berdaya saing. (MNA/SP)













