Dari 18 Emiten di Bursa CPO Indonesia, Terdapat PT Duta Palma, PT SDS dan PT CRS dari Riau
JAKARTA - Saat ini, sudah ada 18 pengusaha sawit yang menjadi emiten Bursa Crude Palm Oil (CPO) Indonesia. Nantinya, semua emiten yang berhimpun akan mendiskusikan dan menegosiasikan harga, yang kemudian akan menjadi harga acuan.
Beberapa di antaranya adalah perusahaan sawit besar yang ada di Riau. Di antaranya PT Duta Palma Nusantara yang berkantor pusat di Pekanbaru. Induk dari PT tersebut adalah PT Darmex Agro berdiri di Jakarta pada 1987, yang bergerak dalam kelompok budidaya, produksi, dan pengekspor kelapa sawit di Indonesia.
Perusahaan ini terus berkembang dengan mendirikan pabrik dan penyulingan dengan perkebunan di kawasan Riau dan Kalimantan. Memiliki total 8 pabrik kelapa sawit di Pekanbaru, Jambi dan Kalimantan, total produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sekitar 36.000 Mt setiap bulan.
Berikutnya ada PT Sari Dumai Sejati di Kota Dumai, salah satu produsen minyak kelapa sawit terbesar di Asia. Bergerak di sektor perkebunan, pengolahan, refinery hingga distribusi. PT SDS adalah anak perusahaan dari PT APICAL Group Ltd yang merupakan salah satu eksportir kelapa sawit terbesar di Indonesia.
Termasuk PT Citra Riau Sarana. Ini perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan pengolahan kelapa sawit. Hasil akhirnya CPO (crude palm oil) dan inti sawit PK (palm kernel). PT Citra Riau Sarana terletak di Desa Kuantan Sako di Kecamatan Logas Tanah Darat, Kabupaten Kuantan Singingi.
Ke-18 perusahaan itu merupakan emiten pertama yang tercatat dalam Bursa CPO. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), emiten diartikan sebagai badan usaha yang mengeluarkan kertas berharga untuk diperdagangkan. Dengan demikian, emiten adalah perusahaan yang sahamnya diperjualbelikan di pasar modal. Jadi, tidak semua perusahaan bisa disebut sebagai emiten.
Melalui rilis dari Bursa CPO, juga terdapat nama-nama pemain lama di industri ini. Di antaranya perusahaan sawit milik Grup Bakrie, PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk (UNSP) bertengger dalam daftar tersebut.
Juga ada emiten sawit milik Grup Salim, yakni PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), hingga emiten sawit milik konglomerasi Sampoerna, PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO).(zed)
Daftar 18 Anggota Bursa CPO Indonesia
1. PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk. (UNSP)
2. PT Budi Nabati Perkasa
3. PT Eagle High Plantation Tbk. (BWPT)
4. PT Duta Palma Nusantara
5. PT Graha Inti Mas
6. PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO)
7. PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP)
8. PT Sari Dumai Sejati
9. PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMART)
10. PT Wilmar Nabati Indonesia
11. PT Energi Unggul Persada
12. PT Jatim Jaya Perkasa
13. PT Medcopapua Hijau Selaras
14. PT TH Indo Plantations
15. PT Citra Riau Sarana
16. PT Tebo Indah
17. PT Hennson Inti Persada
18. PT Mitra Austral Sejahtera













