Siaga Karhutla, Pemprov Riau Gelar Rakor Desa Antisipasi El Nino Ekstrem
Rapat persiapan pelaksanaan koordinasi desa di Kediaman Wakil Gubernur Riau, Selasa (28/4/2026). (Dok Diskominfotik Riau)
SAWITNEWS.CO – Pemerintah Provinsi Riau terus memperkuat langkah antisipatif dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat akibat fenomena El Nino. Satu di antara upaya konkret yang dilakukan yaitu menggelar rapat koordinasi (rakor) desa yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Mei mendatang.
Oleh karena itu, Plt Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto menggelar pertemuan bersama Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia mengatakan, pihaknya tengah mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan rapat koordinasi desa tersebut.
"Situasi dan kondisi kita akan memasuki El Nino, maka kita persiapkan dari sekarang. Fokus utamanya adalah memperkuat pencegahan dini karhutla di desa-desa," ujarnya di Ruang Rapat Kediaman Wakil Gubernur Riau, Pekanbaru, Selasa (28/4/2026).
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (PMD Dukcapil) Riau, Mhd Firdaus, mengungkapkan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mengatasi persoalan karhutla. Sebab langkah ini penting, mengingat prediksi musim kemarau panjang berpotensi meningkatkan, sehingga diperlukan kesiapsiagaan yang terstruktur dan berkelanjutan.
"Alhamdulillah, kita sudah melakukan untuk persiapan terkait rakor desa yang akan dilaksanakan pada tanggal 7 Mei. Tujuannya tentu saja untuk melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di desa-desa," ungkapnya.
Firdaus menjelaskan, rakor desa akan menjadi momentum penting untuk menyatukan komitmen seluruh pihak dalam upaya pencegahan karhutla di Provinsi Riau. Dengan begitu, pertemuan tersebut melahirkan kesepakatan bersama mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga desa.
"Kita akan bikin kesepakatan bersama antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dengan desa-desa untuk mencegah karhutla. Karena memang diperkirakan, pada bulan April hingga seterusnya ada El Nino yang sangat ekstrim," jelasnya.
Diterangkan, kondisi El Nino ekstrem berpotensi menyebabkan penurunan curah hujan secara signifikan. Hal inilah yang dikhawatirkan memberi dampak pada kekeringan lahan, terutama pada wilayah gambut sangat rentan terbakar.
"Artinya, bahwa akan ada musim kemarau yang cukup mengkhawatirkan pada daerah provinsi Riau, yang bisa berpotensi terhadap karhutla," terangnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa desa memiliki peran strategis dalam pencegahan karhutla, karena wilayah desa merupakan titik awal yang paling dekat dengan potensi munculnya kebakaran. Dengan demikian, penguatan kapasitas desa atau kelurahan dalam hal deteksi dini, patroli mandiri, serta edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting yang akan dibahas dalam rapat koordinasi.
"Oleh karenanya, kita di sini ada kesepakatan bagaimana bisa mengantisipasi desa-desa yang ada di provinsi Riau ini agar potensi kebakaran hutan dan lahan dapat bisa dicegah seminimal mungkin." pungkasnya. (MNA/MCR)













