Pendidikan Darurat di Hutan Lindung

Viral Anak SD Belajar di Tengah Kebun Sawit TNTN, Gubernur Riau Janji Bertindak

Daerah Rabu, 16 Juli 2025 - 21:29 WIB
Viral Anak SD Belajar di Tengah Kebun Sawit TNTN, Gubernur Riau Janji Bertindak

Di bawah pohon sawit dan beralaskan terpal biru, semangat belajar puluhan siswa SD di kawasan TNTN menggugah nurani publik. (Foto Istimewa)

SAWITNEWS.CO – Pemandangan memilukan muncul dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Pelalawan, Riau. Puluhan anak Sekolah Dasar (SD) terlihat belajar di bawah pohon sawit, hanya beralaskan terpal dan beratapkan plastik biru. Video kondisi itu viral di media sosial, memicu gelombang simpati publik dan mendorong respons cepat dari Pemerintah Provinsi Riau.

Gubernur Riau, Abdul Wahid, menyebut pihaknya tengah melakukan pendataan menyeluruh di wilayah TNTN. Tak hanya jumlah penduduk, tetapi juga status lahan dan kegiatan belajar-mengajar yang berlangsung di sana.

“Kita sedang tahap pendataan. Ada penduduk nomaden, ada yang klaim punya lahan. Semua sedang kita petakan,” ujar Gubernur Wahid, Selasa (15/7/2025).


Wahid menegaskan, proses pendidikan anak-anak tetap berjalan meski dalam keterbatasan. Namun untuk siswa baru, pemerintah mengarahkan agar kegiatan belajar dilakukan di sekolah di luar kawasan hutan lindung.

“Penerimaan siswa baru tetap berlangsung, tapi diarahkan ke sekolah di luar kawasan TNTN. Proses belajar yang ada saat ini tetap berjalan, meski kondisinya sangat minim,” jelas Wahid.

Video yang diunggah akun Facebook Legimin Su memperlihatkan anak-anak berpakaian seragam merah putih belajar duduk melingkar di tanah, tanpa meja, kursi, atau papan tulis. Atap seadanya terbuat dari plastik biru yang diikat di batang pohon sawit dan rumah papan. Jika hujan turun, mereka basah. Jika panas terik, mereka tetap bertahan.

Diketahui, lokasi tersebut berada di Dusun Toro Jaya, Desa Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Pelalawan. Video direkam pada hari pertama tahun ajaran baru, Senin (14/7/2025), di tengah operasi penertiban oleh Satgas Penanganan Kawasan Hutan (PKH).

Meski belajar dalam kondisi memprihatinkan, semangat anak-anak itu menjadi simbol harapan akan masa depan pendidikan di daerah-daerah penyangga kawasan konservasi seperti TNTN. Pemerintah diminta tidak hanya mendata, tapi juga segera bertindak nyata. (MNA/SP)


Muthia NA
Editor :FA Syam