Perbaiki Jalan Pakai DBH Sawit, Bupati Rohul: Jangan Sampai Ada Pengurangan Kualitas
Bupati Rohul, Anton saat turun langsung meninjau pengerjaan Jalan Padang Bulan-Pasir Intan. (Dok Diskominfotik Rohul)
SAWITNEWS.CO – Bupati Rokan Hulu (Rohul) H Anton ST MM turun langsung meninjau pengerjaan rekonstruksi dan peningkatan Jalan Padang Bulan-Pasir Intan, Kecamatan Bangun Purba.
Proyek sepanjang 1,7 kilometer yang bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit Tahun Anggaran 2026 itu menjadi perhatian Bupati Anton karena merupakan akses penting masyarakat, terutama petani sawit dalam menjalankan aktivitas ekonomi dan mengangkut hasil perkebunan.
Didampingi Kepala Dinas PUPR Rohul H Zulfikri, Bupati Anton melihat langsung progres pekerjaan yang kini memasuki tahap pengerjaan Base B.
Dalam peninjauan tersebut, Anton mengingatkan kontraktor agar tidak mengabaikan kualitas pekerjaan. Menurutnya, pembangunan yang menggunakan dana DBH Sawit harus memberikan manfaat nyata dan dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
"DBH Sawit ini uang rakyat, jadi harus kembali ke rakyat dalam bentuk jalan yang berkualitas. Saya minta jalan sepanjang 1,7 kilometer ini benar-benar bagus, mulus dan awet. Jangan sampai ada pengurangan kualitas," tegas Anton.
Ia meminta seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak. Pengawasan juga harus diperketat agar hasil pembangunan sesuai dengan perencanaan.
"Jangan hanya mengejar cepat selesai, tetapi kualitas harus menjadi yang utama. Masyarakat juga silakan ikut mengawasi," ujarnya.
Selain kualitas, Anton meminta pekerjaan diselesaikan sesuai batas waktu yang telah ditentukan. Ia menilai keberadaan jalan tersebut sangat penting bagi masyarakat Desa Pasir Intan dan Desa Bangun Purba Timur Jaya.
Menurutnya, jalan yang semakin baik akan memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, khususnya petani kelapa sawit.
"Jalan penghubung dua desa ini merupakan urat nadi ekonomi petani sawit di Kecamatan Bangun Purba. Dengan jalan yang semakin baik, kita berharap biaya angkut TBS bisa lebih efisien dan aktivitas ekonomi masyarakat semakin lancar," jelasnya.
Anton berharap pembangunan infrastruktur tersebut mampu memperlancar distribusi hasil perkebunan dari wilayah Bangun Purba menuju sentra-sentra ekonomi.
"Intinya, pembangunan infrastruktur ini harus memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Mobilitas semakin lancar dan hasil produksi perkebunan lebih mudah diangkut keluar," tutupnya.
Berdasarkan kontrak, proyek rekonstruksi dan peningkatan Jalan Padang Bulan-Pasir Intan memiliki nilai Rp6.403.245.545 dengan panjang penanganan efektif 1,7 kilometer.
Pekerjaan tersebut memiliki waktu pelaksanaan 105 hari kalender. PT Karya Nyata Jaya Raya menjadi kontraktor pelaksana, sedangkan pengawasan pekerjaan dilakukan CV Duta Riau Konsultan. (MNA/SP)













