Ubah Skema Bisnis

Tak Hanya Jual TBS, Koperasi Petani Sawit Bakal Jadi Pemilik Pabrik CPO

Nasional Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:16 WIB
Tak Hanya Jual TBS, Koperasi Petani Sawit Bakal Jadi Pemilik Pabrik CPO

Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono. (Dok Kemenkop RI)

SAWITNEWS.CO – Pemerintah menyiapkan langkah besar untuk meningkatkan posisi tawar petani sawit. Ke depan, koperasi petani sawit tidak lagi hanya menjual tandan buah segar (TBS), tetapi juga didorong menjadi pemilik pabrik kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) melalui skema koperasi.

Rencana tersebut disampaikan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ferry menjelaskan, Kementerian Koperasi telah menjalin kerja sama dengan PT Agrinas Pangan Nusantara melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pengelolaan kawasan hasil Penertiban Kawasan Hutan (PKH).


Menurutnya, kebun-kebun sawit yang dikelola Agrinas Palma Nusantara akan dikembangkan dengan model pengelolaan berbasis koperasi, sehingga petani memperoleh manfaat yang lebih besar dari rantai bisnis sawit.

"Kementerian Koperasi ingin supaya kebun-kebun sawit yang sekarang dilimpahkan dari Satgas PKH ke Agrinas Palma Nusantara juga dibangun model skema pengelolaan plasma yang berbentuk koperasi," ujar Ferry.

Sebagai langkah awal, pemerintah akan meresmikan pabrik CPO di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Pabrik tersebut berada di kawasan perkebunan seluas sekitar 3.100 hektare dengan kapasitas pengolahan mencapai 60 ton per jam.

Ferry mengatakan proyek tersebut akan menjadi model percontohan yang nantinya dapat direplikasi di berbagai daerah sentra sawit di Indonesia.

"Kami sudah memikirkan tentang bagaimana pengelolaan kebun sawit ini juga bisa dikelola melalui skema koperasi," katanya.


Menurut Ferry, keterlibatan koperasi dalam industri pengolahan sawit bertujuan menciptakan nilai tambah bagi petani. Selama ini, banyak koperasi petani sawit mengeluhkan sulitnya memperoleh pasokan minyak goreng, meski berada di daerah penghasil sawit.

Karena itu, pemerintah ingin koperasi tidak hanya menjadi pemasok bahan baku berupa TBS, tetapi juga memiliki saham atau bahkan menjadi pemilik pabrik CPO agar dapat menikmati keuntungan dari proses hilirisasi.

"Jadi kami akhirnya memutuskan untuk selain memiliki kebun sawitnya, koperasi petani sawit kita dorong juga untuk bisa masuk ke kepemilikan pabrik CPO yang didirikan oleh koperasi tersebut," jelas Ferry.

Melalui skema tersebut, pemerintah berharap koperasi petani sawit memiliki peran lebih besar dalam rantai pasok industri sawit nasional, mulai dari pengelolaan kebun hingga pengolahan CPO.

Langkah ini juga diharapkan mampu memperkuat hilirisasi sawit, meningkatkan pendapatan petani, serta memperkuat ekonomi berbasis koperasi di daerah. (MNA/SP)

Muthia NA
Editor :FA Syam