Siap Dongkrak Produktivitas Kebun

PALMA-X Hadir, Inovasi Mesin Panen Sawit yang Tangkap TBS Sebelum Jatuh ke Tanah

News Rabu, 29 Juli 2026 - 20:31 WIB
PALMA-X Hadir, Inovasi Mesin Panen Sawit yang Tangkap TBS Sebelum Jatuh ke Tanah

Mesin PALMA-X yang dikembangkan oleh Tim Grant Riset Universitas Pancasila. (Dok BPDP)

SAWITNEWS.CO – Universitas Pancasila memperkenalkan inovasi mesin panen kelapa sawit bernama PALMA-X, sebuah alat bantu panen semiotomatis yang dilengkapi jaring penadah untuk menangkap tandan buah segar (TBS) sebelum menyentuh permukaan tanah.

Teknologi ini dikembangkan untuk mempercepat proses panen sekaligus menjaga kualitas buah dan mengurangi kehilangan hasil akibat brondolan yang berserakan.

Inovasi tersebut dipaparkan Ketua Tim Grant Riset BPDP Universitas Pancasila, Prof Dr Dede Lis Zarlatin, dalam sesi Peningkatan Efisiensi Melalui Inovasi Alat Bantu Panen Sawit pada ajang Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 di Jakarta.


Menurut Dede, pengembangan PALMA-X berangkat dari berbagai persoalan yang masih dihadapi perkebunan kelapa sawit, terutama pada proses pemanenan dan pengangkutan tandan buah segar yang masih banyak dilakukan secara manual.

"Riset ini berangkat dari persoalan sederhana yang dihadapi petani sawit di Indonesia. Teknologi yang kami kembangkan bukan sistem sepenuhnya otomatis, melainkan kendaraan dengan sistem kendali semiotomatis," ujar Dede.

Ia menjelaskan, PALMA-X mengintegrasikan proses pemanenan dan pengangkutan TBS dalam satu sistem kerja. Alat tersebut memanfaatkan kendaraan yang dilengkapi mekanisme panen sehingga tandan buah yang dipotong dapat langsung ditampung menggunakan jaring penadah sebelum jatuh ke tanah.

Dengan konsep tersebut, benturan buah dengan permukaan tanah dapat diminimalkan sehingga mutu TBS tetap terjaga. Selain itu, brondolan yang biasanya tercecer saat tandan dipanen juga dapat dikurangi sehingga lebih mudah dikumpulkan.

"Kami mencoba menangkap TBS sedekat mungkin dengan posisinya sehingga dapat mengurangi benturan ke tanah serta menjaga brondolan tidak berserakan agar lebih mudah dikumpulkan," katanya.


Dede mengatakan inovasi tersebut dikembangkan setelah tim peneliti melakukan pengamatan di sejumlah perkebunan kelapa sawit. Hasil survei menunjukkan proses pengangkutan TBS masih mengandalkan gerobak, sepeda motor yang dimodifikasi hingga dipikul menuju tempat pengumpulan hasil sebelum diangkut menggunakan truk.

Kondisi tersebut dinilai membuat proses panen menjadi kurang efisien, terlebih di tengah semakin terbatasnya tenaga pemanen di berbagai sentra produksi kelapa sawit.

"Hasil survei menunjukkan minat menjadi pemanen berkurang sehingga cukup sulit mencari tenaga panen. Bahkan ada pemanen yang harus berpindah dari satu kebun ke kebun lain karena kekurangan tenaga kerja," ungkapnya.

Secara teknis, PALMA-X memadukan beberapa teknologi dalam satu unit mesin. Sistem hidrolik digunakan pada bagian penyangga atau scaffolding, motor listrik menggerakkan mekanisme teleskopik, sedangkan sistem pneumatik menghasilkan hentakan yang diperlukan saat menggunakan egrek untuk memotong tandan buah.

Tim peneliti juga telah menyelesaikan prototipe generasi kedua setelah melalui serangkaian penyempurnaan desain dan uji lapangan di sejumlah lokasi, antara lain PTPN Cikasungka, PT Sasaran Ehsan Mekarsari, Batang Sanjaya, serta Desa Bangun Purba, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

Selama proses pengujian, berbagai penyempurnaan dilakukan, mulai dari penambahan beban penyeimbang, modifikasi desain jaring penadah, hingga penguatan komponen alat panen agar lebih stabil dan mudah dioperasikan di lapangan.

"Tujuan riset ini adalah menghasilkan prototipe yang mengintegrasikan proses panen dan pengangkutan dalam satu sistem sehingga lebih efisien, aman, dan mudah dioperasikan," jelas Dede.

Meski demikian, ia menilai implementasi teknologi tersebut di perkebunan rakyat tetap memerlukan proses adaptasi. Kemampuan operator menjadi salah satu faktor penting agar alat dapat digunakan secara optimal.

"Apabila teknologi ini nantinya diimplementasikan di perkebunan rakyat, tentu diperlukan pelatihan agar operator terbiasa menggunakannya dalam kegiatan panen sehari-hari," ujarnya.

PALMA-X merupakan salah satu hasil riset yang dipresentasikan dalam PERISAI 2026, forum yang mempertemukan pemerintah, akademisi, peneliti, industri, dan para pemangku kepentingan sektor kelapa sawit.

Mengusung tema Shaping the Palm Oil Industry Ecosystem for a Sustainable Future, kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) pada 20–21 Juli 2026 tersebut menjadi ajang diseminasi berbagai inovasi untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta daya saing industri kelapa sawit nasional melalui pemanfaatan teknologi. (MNA/SP)

Muthia NA
Editor :FA Syam