Sinergi Media dan Industri

GAPKI-Forwatan Perkuat Kolaborasi, Bangun Komunikasi Sawit yang Lebih Terbuka

Nasional Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:50 WIB
GAPKI-Forwatan Perkuat Kolaborasi, Bangun Komunikasi Sawit yang Lebih Terbuka

Kegiatan gathering GAPKI dan Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) yang digelar di Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Dok GAPKI)

SAWITNEWS.CO – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) memperkuat sinergi antara industri kelapa sawit dan media melalui kegiatan gathering yang digelar di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana informal tersebut menjadi ruang untuk mempererat hubungan sekaligus membuka komunikasi yang lebih intensif antara pelaku industri sawit dan insan pers. Bagi kedua pihak, komunikasi yang berkelanjutan dinilai penting agar informasi mengenai sektor sawit dapat disampaikan kepada publik secara lebih utuh dan berbasis data.

Ketua Bidang Komunikasi GAPKI, Bandung Sahari, mengatakan hubungan yang telah terjalin dengan media perlu terus dijaga. Menurutnya, berbagai tantangan yang dihadapi industri sawit tidak dapat dilihat hanya dari satu sisi, tetapi membutuhkan pemahaman bersama dan kolaborasi antarpemangku kepentingan.


“Kita sudah seperti keluarga. Karena itu kita harus melihat challenge ini bersama-sama sebagai sebuah tantangan yang harus dihadapi bersama untuk kepentingan bukan hanya industri sawit, tetapi juga rakyat Indonesia secara positif,” ujar Bandung, dikutip InfoSAWIT.

Dorong Komunikasi Tidak Hanya Saat Muncul Isu

Bandung menilai masih banyak informasi mengenai industri sawit yang belum diketahui masyarakat. Karena itu, hubungan antara industri dan media perlu dibangun secara konsisten, bukan hanya ketika muncul persoalan atau isu tertentu.

Interaksi yang lebih intensif, kata dia, diharapkan dapat membuka ruang pertukaran informasi yang lebih lengkap. Dengan demikian, wartawan memiliki kesempatan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai berbagai persoalan yang dihadapi industri sawit.

Menurut Bandung, kelengkapan data menjadi salah satu faktor penting dalam membangun komunikasi publik yang lebih substantif. Informasi yang memadai juga dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan berbagai pemangku kepentingan, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.


“Banyak hal yang harus diketahui, tapi publik tidak tahu. Kalau data-data kita lengkap, informasi kita lengkap, karena kita saling berinteraksi secara intens, harapannya ke depan kita bisa lebih mengatakan yang substantif dan memberikan dampak yang signifikan untuk masyarakat, terutama untuk bangsa ini,” katanya.

Filosofi Billiard dan Strategi Komunikasi

Suasana gathering dibuat lebih cair melalui sejumlah aktivitas, termasuk permainan billiard. Bagi Bandung, permainan tersebut memiliki filosofi yang relevan dengan bagaimana industri dan media membangun komunikasi.

Menurutnya, seorang pemain billiard tidak dapat langsung menentukan tembakan tanpa terlebih dahulu membaca kondisi permainan. Posisi bola, arah sasaran dan situasi di sekeliling harus diperhitungkan sebelum menentukan langkah.

“Untuk bisa memberikan satu tembakan itu harus dianalisa. Harus mengerti kondisi kanan dan kiri. Harus berstrategi,” ujarnya.

Filosofi tersebut, lanjut Bandung, dapat diterapkan dalam komunikasi industri sawit. Sebelum informasi disampaikan kepada publik, diperlukan pemahaman terhadap persoalan, dukungan data serta strategi agar pesan yang disampaikan dapat mencapai sasaran dengan tepat.

“Di sini itu harus benar-benar tetap tepat kepada sasarannya. Makanya filosofi ini diharapkan menjadi foundation dari kita pertemuan siang menuju sore,” katanya.

Melalui komunikasi yang lebih terbuka, GAPKI berharap media dapat memperoleh akses informasi dan narasumber yang dibutuhkan ketika mengangkat isu-isu terkait industri sawit. Ruang koordinasi juga diharapkan semakin terbuka sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat memiliki konteks yang lebih lengkap.

Forwatan: Hubungan Media dan Industri Perlu Dijaga

Ketua Umum Forum Wartawan Pertanian (Forwatan), Beledug Bantolo, menyambut positif hubungan yang selama ini terbangun antara organisasi wartawan dan GAPKI.

Menurutnya, hubungan tersebut telah berkembang melalui berbagai kegiatan dan interaksi, termasuk kegiatan sosial. Gathering menjadi salah satu sarana untuk memperkuat kedekatan dalam suasana yang berbeda dari forum resmi.

“Hubungan baik yang selama ini kita bangun harus terus dijaga. Kita juga harus membangun keakraban antara tim GAPKI dan teman-teman wartawan,” ujar Beledug.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, pertemuan informal dapat menjadi ruang untuk menjaga hubungan sekaligus memperkuat komunikasi antara wartawan dan para pemangku kepentingan industri sawit.

“Semoga acara ini bisa terus berkelanjutan. Apa pun bentuknya, kami siap untuk berkumpul dan membangun hubungan baik antara wartawan dan para stakeholder, termasuk GAPKI,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, fun game billiard turut menjadi bagian dari rangkaian acara. Pertandingan tersebut dimenangkan oleh Samsudin dari Palm Oil Magazine dan Ahmad Mutiul Alim dari Jurnas.com.

Bagi GAPKI dan Forwatan, pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi. Lebih jauh, penguatan hubungan antara industri dan media diharapkan dapat membangun ekosistem komunikasi sawit yang lebih terbuka.

Komunikasi yang berlangsung secara berkelanjutan diharapkan mampu memperkuat pemahaman kedua pihak, sehingga berbagai informasi mengenai industri kelapa sawit dapat disampaikan kepada publik secara lebih akurat, substantif dan tepat sasaran. (MNA/SP)

Muthia NA
Editor :FA Syam