Pemulihan Berlanjut

Pemerintah Siapkan Penanaman Pohon di 1.000 Hektare Lahan Bekas Sawit TNTN

News Jumat, 06 November 2026 - 10:09 WIB
Pemerintah Siapkan Penanaman Pohon di 1.000 Hektare Lahan Bekas Sawit TNTN

Lahan TNTN dibersihkan dari sawit yang kemudian ditanam kembali berbagai jenis tanaman hutan. (Dok Diskominfotik Riau)

SAWITNEWS.CO – Pemerintah mulai menyiapkan langkah pemulihan ekosistem Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) setelah penertiban perkebunan kelapa sawit yang berada di dalam kawasan konservasi tersebut.

Lahan yang telah dibersihkan dari tanaman sawit akan dipulihkan melalui penanaman kembali berbagai jenis tanaman hutan dan proses suksesi alami.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau Reni Nurhaeni, Kamis (5/11/2026), mengatakan, penanaman tanaman hutan akan dilakukan pada lahan yang sebelumnya ditanami kelapa sawit. Penertiban tanaman sawit tersebut telah dilakukan oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) dan tim terkait.


"Tanaman sawit yang sudah dirobohkan menggunakan alat berat maupun penanganan lainnya akan menjadi bagian dari program pemulihan ekosistem. Pemulihan dilakukan melalui suksesi alami, penanaman, serta pendekatan dengan melibatkan satwa," cakapnya.

Luas lahan yang telah ditertibkan mencapai sekitar 1.000 hektare. Lahan tersebut akan diarahkan untuk kembali menjadi kawasan hutan dengan memperhatikan kondisi ekosistem setempat.

"Selain pemulihan lingkungan, pemerintah juga menyiapkan skema relokasi bagi masyarakat yang masih bermukim di dalam kawasan TNTN. Berdasarkan data yang disampaikan dalam pembahasan sebelumnya, terdapat sekitar 31.000 orang yang direncanakan untuk direlokasi," ungkap Reni.

Namun, proses tersebut masih membutuhkan persiapan, terutama terkait penentuan lokasi permukiman baru. Meski demikian, penetapan lokasi masih dalam proses pembahasan agar memenuhi persyaratan dan memiliki kejelasan status lahan.

"Kami dalam hal ini hanua berperan mendukung dan memfasilitasi pelaksanaan program relokasi. Sementara itu, tanggung jawab utama program tersebut berada pada pemerintah pusat," sebut Reni.


Pemprov Riau juga masih menunggu kepastian lokasi relokasi yang benar-benar bersih dan jelas secara hukum (clean and clear). Sembari menunggu penetapan lokasi, Pemprov Riau melakukan inventarisasi terhadap masyarakat dan kelompok yang akan mengikuti program tersebut.

"Sejauh ini, kelompok tani yang sudah mendaftar juga cukup banyak. Kalau saya tidak salah sekitar 107 kelompok tani," ujar Reni. (MNA/SP)

Muthia NA
Editor :FA Syam