Pabrik PT PCS di Kuansing Dibangun Dekat Pemukiman dan Sekolah
Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Pancaran Cahaya Sejati di Kuansing int
SAWITNEWS.CO- Seiring dengan bertambah luasnya kebun kepala sawit di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, maka berdiri juga beberapa Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Salah satunya, pabrik milik PT Pancaran Cahaya Sejati (PCS), yang tengah dibangun tepat di tepian jalan lintas Teluk Kuantan-Pekanbaru, di Desa Logas Hilir, Kecamatan Singingi. Sayang lokasinya yang dekat dengan pemukiman, sehingga menimbulkan kekhawatiran warga.
Dari pemantauan di lapangan, lokasi pembangunan PKS ini memang sangat dekat dengan perumahan penduduk yang cukup padat. Bahkan ada Sekolah Dasar Negeri (SDN) 004 Logas Hilir yang sudah berdiri sejak lama di sekitar itu.
Buyung, salah seorang warga yang bertempat tinggal disekitar lokasi kepada media, mengungkapkan kegundahannya. Dia mengaku khawatir dengan dampak lingkungan, seperti asap dari cerobong pabrik hingga bau limbah. Kamis (16/1/2025).
Menurut Buyung, jarak antara bangunan PKS dengan permukiman warga tidak sampai 2 kilometer. Ia mengatakan jarak PKS dengan jalan lintas Kuansing itu hanya sekitar ratusan meter saja.
"Yang membuat kami heran mengapa Pemkab Kuansing mengeluarkan izinnya. Padahal jarak PKS dengan permukiman cukup dekat," ujar Buyung yang ditemani rekannya bernama Mualaimin.
Buyung juga mengaku risau dengan dampak pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh PKS tersebut.
Menurut Buyung lagi, PKS tersebut mulai dibangun pada penghujung 2023 lalu dan kabarnya akan beroperasi pada Mei 2025.
"Saya risau karena ada juga rencana untuk memasukan anak saya sekolah di dekat PKS itu berada. Sementara anak saya punya riwayat asma, sedangkan sekolah SD terdekat cukup jauh," jelas Buyung lagi.
Tak hanya itu, Buyung juga mengungkapkan jika tidak hanya dirinya yang khawatir dengan keberadaan PKS tersebut. Ada ratusan warga lainnya yang mulai resah jika PKS itu beroperasi.
Mereka, kata Buyung sepakat akan menggelar aksi jika keberadaan pabrik tersebut ternyata bakal berdampak buruk bagi lingkungan.
"Bukan saya sendiri, banyak yang risau. Apalagi saat dalam pertemuan dengan pihak perusahaan pada 2023 lalu, mereka tidak tegas menjamin kualitas udara akibat cerobong asap pabrik," ujarnya.
Bahkan waktu, 2023 yang lalu, menurut Buyung dan Mualaimin, warga sempat melakukan beberapa kali protes terhadap pembangunan tersebut. Dan sempat juga memanans hingga akhirnya dimediasi oleh Camat Singingi.
Sementara itu, pihak manajemen PT PCS Indra Utama ketika dikonfirmasi media mengatakan, setiap pembangunan perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS), akan mendatangkan keuntungan bagi masyarakat setempat. Karena dampak perputaran ekonomi yang ditimbulkan oleh operasi perusahaan PKS setiap harinya.
Namun, pasti ada pro dan kontra terkait pembangunan PKS. Akan tetapi pihaknya telah melakukan berbagai telaah sebelum melakukan pembangunan. Sehingga izin dari pihak terkait telah dikantongi sebagai bukti, jika semua persyaratan telah dipenuhi oleh perusahaan yang membangun PKS ini.
''Intinya kita perusahaan membangun PKS di lokasi itu pasti memberikan keuntungan bagi masyarakat tempatan. Pro dan kontra itu biasa. Sebelum membangun kita sudah melakukan telaah dulu. Itu buktinya izin sudah kita kantongi dari pihak terkait, menandakan jika kita sudah memenuhi persyaratan untuk membangun PKS di lokasi tersebut,'' pungkas Indra. (FSY/MX)













