Bupati Siak Minta Pabrik Kelapa Sawit Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal
Bupati Siak, Afni Zulkifli. (Dok Diskominfotik Siak)
SAWITNEWS.CO – Bupati Siak, Afni Zulkifli mendorong Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang beroperasi di daerahnya berkomitmen dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah, terutama penyerapan tenaga kerja lokal.
Hal ini diutarakan Afni lantaran pemerintah daerah saat ini terus berupaya menata ketenagakerjaan agar masyarakat lokal mendapatkan kesempatan yang adil dalam industri kelapa sawit yang beroperasi di Siak.
“Kami mohon kita sama-sama berkomitmen membangun Siak. Caranya, terlibat dalam program kami, salah satunya korporasi membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal," kata Afni, Kamis pekan lalu.
Dari data 2023, sebanyak 34 PKS yang memiliki izin dan beroperasi di Kabupaten Siak. Afni berharap minimal setiap PKS dapat menampung 70 persen tenaga kerja lokal sehingga mampu menekan angka pengangguran di Siak.
"Harapan kami bukan hanya pada angka 60 atau 70 persen, tapi kalau bisa 90 atau mendekati 100 persen tenaga kerja setiap PKS di Siak berasal dari anak daerah ini,” ujar Bupati.
Menurutnya, posisi manajemen dan pemilik perusahaan wajar berasal dari luar daerah, tetapi tenaga operasional bisa diisi dari warga lokal agar penyerapan tenaga kerja lebih proporsional sehingga dapat mengatasi pengangguran.
“Kami minta kolaborasinya. Saat ini sekitar 180 ribu jiwa masyarakat Siak tergolong miskin. Artinya ini punya dampak sosial. Saya khawatir jumlah penduduk bertambah, sementara penduduk lokal tetap menganggur, pasti nanti akan chaos," tegasnya.
Afni tidak menampik tantangan utama bukan kemauan perusahaan untuk menerima tenaga kerja lokal, tetapi kesiapan dan kesesuaian kompetensi tenaga kerja itu sendiri.
Untuk itu, Pemkab Siak berencana memfasilitasi job fair yang mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja, sekaligus memetakan kebutuhan ril industri.
Bupati juga menekankan, seluruh proses rekrutmen ke depan harus berjalan transparan, melalui koordinasi dengan pemerintah kampung dan perangkat daerah terkait, agar tenaga kerja lokal benar-benar terserap. (MNA/SP)













