Stok Diprediksi Naik

Permintaan Minyak Sawit dari India, China, dan Uni Eropa Melemah

Internasional Sabtu, 05 April 2025 - 11:55 WIB
Permintaan Minyak Sawit dari India, China, dan Uni Eropa Melemah

Beberapa negara seperti Malaysia dan Indonesia memiliki stok minyak sawit meningkat dalam enam bulan terakhir, ini karena pembeli utama dari India, China, dan Uni Eropa mengurangi transaksi. (Foto Internet)

SAWITNEWS.CO – Perang dagang global terus berlanjut. Stok minyak sawit Malaysia diperkirakan mengalami peningkatan untuk pertama kalinya dalam enam bulan terakhir Maret 2025, seiring dengan pemulihan produksi. Namun, permintaan global tetap lesu di tengah kekhawatiran ekonomi yang diperburuk oleh pengumuman tarif oleh Presiden AS, Donald Trump. Indonesia sebagai penghasil minyak sawit diminta waspada.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Reuters terhadap sembilan pedagang, pekebun, dan analis, stok minyak sawit Malaysia diperkirakan meningkat sebesar 3% dari Februari menjadi 1,56 juta metrik ton. Peningkatan ini sebagian besar didorong oleh lonjakan produksi minyak sawit mentah (CPO), yang diprediksi naik 10,3% dari bulan sebelumnya.

Anilkumar Bagani, Kepala Riset Komoditas di Sunvin Group, sebuah perusahaan pialang minyak nabati yang berbasis di Mumbai, menyatakan bahwa kenaikan produksi yang cukup signifikan berkontribusi pada peningkatan stok nasional. “Stok minyak sawit Malaysia kemungkinan mengalami sedikit rebound pada Maret akibat pemulihan produksi yang cukup besar,” ujarnya dilansir Reuters, Jumat (4/4/2025).


Sementara itu, ekspor produk minyak sawit diperkirakan naik 2% menjadi 1,02 juta ton setelah mengalami penurunan selama empat bulan berturutturut. Namun, pertumbuhan ekspor ini masih tergolong minimal karena permintaan yang lemah dari negara pembeli utama seperti India, China, dan Uni Eropa. Bagani juga mengungkapkan dampak negatif dari kebijakan tarif yang diumumkan Presiden Trump pada pekan lalu, yang semakin memperburuk kondisi ekonomi global. “Jika kondisi makroekonomi tidak segera membaik, permintaan minyak sawit dapat semakin tertekan,” tambahnya. (FSY/SP)

FA Syam
Editor :MNA