Dari Kampus ke Perkebunan

Kerja Sama YPKPY dan Agrinas Palma Nusantara: Dorong SDM dan Teknologi Sawit

Nasional Sabtu, 04 Oktober 2025 - 19:24 WIB
Kerja Sama YPKPY dan Agrinas Palma Nusantara: Dorong SDM dan Teknologi Sawit

Penandatanganan kerja sama dengan Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakarta (YPKPY) dan INSTIPER, Senin (8/9/2025). (Dok Agrinas Palma Nusantara)

SAWITNEWS.CO – Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakarta (YPKPY) dan PT Agrinas Palma Nusantara menyepakati kerja sama di bidang sumber daya manusia dan teknologi sawit pada awal September 2025.

Tiba sekitar jam 8 pagi di Stiper Edu Agro Tourism (SEAT), Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Jenderal TNI (Purn) Agus Sutomo dan jajaran direksi serta komisaris disambut hangat Dr Purwadi, Ketua YPKPY bersama pimpinan Instiper dan AKPY.

Pertemuan tersebut menandai rencana kerja sama di antara kedua lembaga. Jend TNI (Purn) Agus Sutomo merasa takjub begitu mengetahui SEAT Instiper yang sangat luas dan dilengkapi beragam fasilitas. Pada kesempatan itu, Direktur Utama bersama Komisaris Utama serta jajaran direksi Agrinas turut menjajal drone multi-rotor quadcopter buatan Tiongkok yang dirancang untuk mendukung pengelolaan perkebunan. Teknologi ini dinilai mampu mendorong produktivitas sekaligus meningkatkan efisiensi.


Selain drone, ditampilkan pula inovasi mekanisasi angkut tandan buah segar berbasis conveyor hasil rancangan Traksi Engineering INSTIPER. Mekanisasi ini diharapkan mempercepat proses panen dan distribusi hasil kebun.

Selanjutnya, Agus Sutomo melihat kegiatan mahasiswa baru di demplot perkebunan sawit dan karet. Sekitar 879 mahasiswa menyambut dengan yel-yel dan tepuk tangan meriah. Unit kegiatan mahasiswa seperti tari, taekwondo, dan silat juga menampilkan kemampuan terbaiknya.

Jenderal TNI (Purn) Agus Sutomo, di hadapan mahasiswa baru INSTIPER, menyatakan bahwa mandat baru yang diemban perusahaan adalah mengelola aset perkebunan bermasalah untuk dikembalikan manfaatnya kepada rakyat.

“Semua ini milik rakyat, sesuai amanat UUD 1945 Pasal 33. Tugas kami mengembalikannya kepada pemilik yang sah, yaitu rakyat Indonesia,” ujarnya dalam penandatanganan kerja sama dengan Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakarta (YPKPY) dan INSTIPER, Senin (8/9/2025) lalu.

Hadir dalam acara tersebut Komisaris Utama Letjen TNI Purn Wisnoe Prasetja Boedi, Direktur SDM dan Umum Memed Kosasih Setia Putra, Direktur Riset, Pengembangan dan Keberlanjutan Teddy J. Simatupang, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Wais Fansuri.


Pimpinan YKPY dan lembaga pendidikan yang bernaung di bawahnya juga hadir antara lain R. Azis Hidayat (Ketua Pembina YKPY), Dr Ir Harsawardana (Rektor Instiper), dan Dr Sri Gunawan (Direktur AKPY). Selain itu, Direktur Tanaman Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian RI, Baginda Siagian menjadikan acara semakin istimewa.

Agus Sutomo menilai kerja sama dengan INSTIPER dan YPKPY penting dalam pengembangan SDM, riset, serta inovasi. Lima bidang kolaborasi disepakati: pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, pelatihan, dan konsultasi.

“Kalau rata-rata 1 hektare menghasilkan 15 ton, kita harus bisa lebih tinggi. Itu dicapai dengan disiplin dan inovasi,” jelas Agus Sutomo.

Ia juga berpesan kepada mahasiswa agar menyiapkan kompetensi sekaligus integritas. “Ijazah penting, tapi yang lebih penting adalah akhlak mulia. Jangan jadi pejabat korup,” katanya.

Agus Sutomo menegaskan Agrinas Palma mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto, termasuk memastikan ketersediaan minyak goreng nasional dengan target kontribusi 30 persen produksi. Perusahaan juga diarahkan menopang program makan siang gratis, pembangunan rumah sakit, dan sekolah rakyat.

“Kita ingin rakyat Indonesia punya penghasilan tetap, sejahtera, dan bermartabat. Itu tujuan kita hadir,” ujarnya.

Dr Purwadi sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakarta (YPKPY) mengatakan bahwa INSTIPER dan AKPY merupakan dua lembaga pendidikan terbaik di Indonesia dalam sektor perkebunan sawit. ”Kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan pemerintah atas program beasiswa sawit baik Ditjenbun dan BPDP. Kami juga menjalin kerja sama dengan perusahaan sawit dan sektor kehutanan,” urainya. 

Semangat serupa disuarakan Rektor INSTIPER, Dr Ir Harsawardana MEng yang juga hadir pada acara tersebut. Tahun ini, INSTIPER menerima 879 mahasiswa baru S1 sehingga total mahasiswa aktif mencapai 4.000 orang. (MNA/SP)

Muthia NA
Editor :FA Syam