Fokus Industri Rendah Emisi

Kerja Sama Indonesia–China, Bappenas dan CSES Siapkan Skema Perdagangan Karbon Sawit

Nasional Jumat, 30 Januari 2026 - 15:39 WIB
Kerja Sama Indonesia–China, Bappenas dan CSES Siapkan Skema Perdagangan Karbon Sawit

Bappenas bersama CSES resmi menandatangani MoU kerja sama pengembangan industri kelapa sawit rendah emisi dan berkelanjutan. (Dok Kementerian PPN)

SAWITNEWS.CO – Kementerian PPN/Bappenas bersama Chinese Society of Environmental Sciences (CSES) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama pengembangan industri kelapa sawit rendah emisi dan berkelanjutan. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi industri sawit nasional agar sejalan dengan agenda pembangunan hijau dan target penurunan emisi karbon.

Kerja sama tersebut mencakup pengembangan teknologi rendah emisi, penyusunan metodologi perhitungan emisi karbon untuk mendukung mekanisme perdagangan karbon, serta penguatan kapasitas dan kesejahteraan petani sawit. Upaya ini dilakukan melalui pembentukan koperasi petani, pelatihan, dan pertukaran pengetahuan agar pengolahan sawit berlangsung lebih ramah lingkungan sekaligus bernilai tambah.

Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas, Teni Widuriyanti, menegaskan bahwa kemitraan ini diarahkan untuk mempercepat transformasi industri kelapa sawit melalui penerapan teknologi inovatif rendah emisi dan pemanfaatan pembiayaan pembangunan yang lebih kreatif.


“Salah satu aspek utama dari kemitraan ini adalah pengembangan dan penerapan teknologi inovatif rendah emisi, atau yang kami sebut sebagai PaMER (Pabrik Minyak Sawit Emisi Rendah). Teknologi ini tidak hanya menghasilkan minyak pangan bernutrisi tinggi dan produk ramah lingkungan, tetapi juga berpotensi menurunkan emisi karbon hingga 79,19 persen dibandingkan teknologi konvensional,” ujar Sesmen Teni, dalam keterangan resmi, Jumat (30/1/2026), dikutip InfoSAWIT.

Penerapan teknnologi PaMER diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri sawit nasional, sekaligus membuka peluang pembiayaan pembangunan inovatif melalui perdagangan karbon. Dalam kerja sama ini, kedua pihak akan melakukan kajian bersama untuk menyusun kerangka perdagangan karbon yang komprehensif dan aplikatif bagi sektor kelapa sawit.

Sementara itu, Wakil Presiden dan Sekretaris Jenderal CSES, Xia Zuyi, menilai kemitraan ini memiliki nilai inovasi dan percontohan yang kuat dalam konteks transisi hijau global.

“Kerja sama ini berfokus pada pengembangan industri kelapa sawit rendah emisi dan ramah lingkungan, serta mengeksplorasi integrasi mekanisme perdagangan karbon dengan pengembangan industri dan peningkatan kesejahteraan petani. Inisiatif ini memiliki nilai inovasi dan percontohan yang penting,” ungkapnya.

Pandangan senada disampaikan Staf Ahli Menteri PPN Bidang Inovasi Pendanaan Pembangunan, Siliwanti. Menurutnya, kolaborasi ini menghadirkan keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan perlindungan lingkungan.


“Kemitraan ini membentuk kerangka kerja sama yang komprehensif, yang merepresentasikan pertemuan antara kepentingan ekonomi dan lingkungan. Kerja sama ini memberikan arah yang jelas bagi kedua negara untuk mencapai target iklim secara saling menguntungkan,” ujarnya.

Lebih jauh, kerja sama Bappenas–CSES juga menempatkan petani sawit sebagai aktor kunci dalam transformasi industri sawit nasional. Melalui penguatan kapasitas dan pengembangan koperasi, petani diharapkan dapat terlibat langsung dalam mekanisme perdagangan karbon dan memperoleh manfaat ekonomi yang berkelanjutan. (MNA/SP)

Muthia NA
Editor :FA Syam