Penyerangan Terorganisir Hambat Kegiatan Negara

Tujuh Pekerja Agrinas Ditembak Saat Pengecekan Lahan Sitaan di Bonai Darusalam

News Selasa, 13 Januari 2026 - 17:12 WIB
Tujuh Pekerja Agrinas Ditembak Saat Pengecekan Lahan Sitaan di Bonai Darusalam

Salah satu korban yang mendapatkan penanganan medis lanjutan karena peluru bersarang di bagian perut. (Dok Diskominfotik Riau)

SAWITNEWS.CO – Aksi kekerasan terjadi di areal PT Berkat Satu, Desa Pauh, Kecamatan Bonai Darusalam, pada Senin (12/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Tim dari PT Agrinas Palma Nusantara, BUMN yang ditunjuk untuk mengelola lahan sitaan Satgas PKH, menjadi sasaran penyerangan saat melakukan pengecekan lahan bersama mitra kerja (KSO).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Tim Agrinas bersama KSO yang ditunjuk tengah melaksanakan pengecekan koordinat dan situasi lapangan pada lahan yang sebelumnya telah dipasangi plang oleh Satgas PKH. Namun, sebelum rombongan tiba di lokasi utama, situasi di lapangan mendadak memanas.

Keributan pecah antara pekerja KSO Agrinas dengan sekelompok orang. Kelompok tersebut dilaporkan menggunakan senjata softgun laras panjang serta senjata tajam, sehingga memicu bentrokan terbuka.


Akibat insiden tersebut, tujuh pekerja KSO PT Agrinas dikabarkan mengalami luka tembak. Enam korban dilaporkan dalam kondisi stabil, sementara satu korban harus mendapatkan penanganan medis lanjutan karena peluru bersarang di bagian perut.

Dari Informasi yang didapat para korban masing-masing berinisial I.H., D.W., Y.H., Y.Z., Y.G., Z.G., dan I.S.N. Sebagian besar korban saat ini berada di Polda Riau untuk keperluan pemeriksaan dan perlindungan, sedangkan satu korban berinisial I.S.N. telah dievakuasi ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

Dalam perkembangan selanjutnya, aparat keamanan berhasil mengamankan satu orang terduga pelaku berinisial T.J.G., yang diduga merupakan bagian dari kelompok yang melakukan pengadangan. Terduga pelaku saat ini menjalani pemeriksaan intensif di Polda Riau.

Penyerangan ini diduga bukan kejadian spontan, melainkan diduga kuat direncanakan secara terorganisir untuk menghambat kegiatan negara dalam pengelolaan lahan sitaan Satgas PKH. Penggunaan senjata, dinilai sebagai bentuk intimidasi serius yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan wilayah.

Hingga berita ini diturunkan, Polres Rokan Hulu belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut. Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra yang di konfirmasi pihaknya masih mendalami terkait kejadian tersebut. "Masih didalami, Bro, " tutup Kapolres yang di konfirmasi melalui pesan WA. (MNA/SP)


Muthia NA
Editor :FA Syam