Polisi Turun Tangan

Konflik Pengelolaan Lahan Sawit Berujung Bentrok, Satu Pekerja Koperasi Tewas

News Senin, 09 Februari 2026 - 18:24 WIB
Konflik Pengelolaan Lahan Sawit Berujung Bentrok, Satu Pekerja Koperasi Tewas

Kondisi mobil yang rusak parah akibat bentorokan petani dengan pihak PT NSM. (Foto Istimewa)

SAWITNEWS.CO – Bentrokan antara petani yang tergabung dalam tiga koperasi dengan pihak Pam Swakarsa PT Nusantara Sawit Majuma (NSM), mitra kerja sama operasional (KSO) PT Agrinas Palma Nusantara (APN) pecah di areal perkebunan kelapa sawit bekas PT BS. Sejumlah orang luka-luka, bahkan satu pekerja koperasi meninggal dunia.

Bentrok berdarah tersebut terjadi pada Sabtu (7/2) sore lalu di Dusun IV Rintis, Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam. Tiga koperasi yang terlibat bentrok adalah  Koperasi Sontang Bertuah Desa Sontang, Koperasi Telago Biru Sakti Desa Kasang Padang, dan Kelompok Tani Sakai Bersatu Desa Pauh.

Insiden bermula sekitar pukul 16.30 WIB ketika para pekerja koperasi tengah beristirahat di barak Kantor eks PT BS. Sekitar pukul 17.00 WIB, sekelompok Pam Swakarsa mendatangi lokasi. Situasi yang semula kondusif kemudian memanas dan berujung pada bentrokan fisik.


Akibat kejadian tersebut, seorang pekerja koperasi berinisial BB meninggal dunia di lokasi kejadian dan dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru. Selain korban tewas, dua orang dilaporkan mengalami luka berat dan tiga lainnya luka ringan.

Adi yang merupakan saksi mata peristiwa tersebut menjelaskan bentrok tersebut pecah usai sekelompok orang yang mengaku dari KSO PT Agrinas Palma Nusantara mendatangi pekerja yang tengah beristirahat di barak.

"Ada sekelompok orang datang dan terjadi adu fisik. Tidak sedikit yang berhamburan menyelamatkan diri," ujarnya.

Salah seorang perwakilan pekerja koperasi sekaligus pelapor, Yulius Haki menambahkan peristiwa tersebut telah dilaporkan ke Polsek Bonai Darussalam. Ia mendesak agar proses hukum ditegakkan  secara adil dan transparan.

"Kita minta proses hukum ditegakkan, sehingga tidak kembali terjadi bentrokan yang memakan korban," ujarnya.


Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepolisian Resor Rokan Hulu telah mengamankan 12 orang terduga pelaku untuk menjalani pemeriksaan intensif.

“Kami telah mengamankan sejumlah terduga pelaku dan saat ini masih melakukan pendalaman. Seluruh pihak yang terlibat akan diproses sesuai ketentuan hukum,” kata Kasat Reserse Kriminal Polres Rokan Hulu, AKP Tony Prawira.

Bukan hanya menimbulkan korban jiwa, peristiwa itu juga mengakibatkan kerusakan terhadap aset milik pekerja dan warga sekitar.

"Kita telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan barang bukti guna kepentingan penyidikan," jelasnya.

Sementara itu, Camat Bonai Darussalam menjadwalkan pertemuan para pihak pada Selasa, 10 Februari 2026 besok. Pihak koperasi, meminta PT Agrinas Palma Nusantara mengevaluasi dan membatalkan kerja sama dengan PT Nusantara Sawit Majuma (NSM) sebagai KSO.

Pihak koperasi menyatakan, apabila dalam pertemuan tersebut tidak ada keputusan evaluasi terhadap KSO, para pekerja dan masyarakat yang tergabung dalam koperasi berencana melakukan aksi di areal perkebunan serta di Kantor PT Agrinas Palma Nusantara Regional Riau 2.

Diketahui, berdasarkan profil perusahaan Kementerian Hukum dan HAM, Nico Jan Andrio Sianipar tercatat sebagai Direktur Utama PT Nusantara Sawit Majuma. (MNA/SP)

Muthia NA
Editor :FA Syam