Dampak Tarif Impor Presiden Trump

Indonesia Waspadai Ekspor Oleokimia dan Produk Turunan Sawit

Internasional Minggu, 06 April 2025 - 17:04 WIB
Indonesia Waspadai Ekspor Oleokimia dan Produk Turunan Sawit

Ekspor oleokimia Indonesia diduga akan terdampak kebijakan Presiden Trump seperti fatty acid, fatty alcohol, sabun, deterjen, dan surfaktan dan berbagai produk turunan sawit. (Foto Internet)

SAWITNEWS.CO - Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (APOLIN) meminta pemerintah mewaspadai dampak kebijakan tarif impor yang diterbitkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 2 April 2025. Sebab Amerika Serikat salah satu pasar ekspor utama oleokimia Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Ekspor oleokimia Indonesia meliputi produk-produk seperti fatty acid, fatty alcohol, sabun, deterjen, dan surfaktan dan berbagai produk turunan sawit. 

“Kebijakan Presiden Trump menerapkan tarif 32 persen kepada produk Indonesia, akan berdampak kepada ekspor oleokimia Indonesia. Kami harapkan pemerintah dapat mengatur strategi agar ekspor tidak terganggu,” jelas Norman Wibowo Ketua Umum APOLIN dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/4/2025).

Berdasarkan data APOLIN, volume ekspor oleokimia Indonesia ke Amerika Serikat terus tumbuh dalam 5 tahun terakhir. Pada 2020, ekspor oleokimia Indonesia ke Amerika Serikat sebesar 280.446 ton senilai US$252,199 juta. Selanjutnya memasuki tahun 2024, volume naik menjadi 503.605 ton senilai US$527,147 juta. Indonesia menempati posisi pertama eksportir oleokimia ke Amerika Serikat. Disusul negara lain seperti Malaysia, Honduras, dan Guatemala.


Norman menjelaskan bahwa kebijakan tarif Trump ini dapat menjadikan Indonesia sebagai pasar alternatif produk negara lain. Karena itulah tidak menutup kemungkinan gempuran produk impor yang masuk ke Indonesia.

“Indonesia menjadi negara yang menarik karena jumlah penduduknya besar dan daya beli relatif masih kuat. Harapan kami, pemerintah memberikan perlindungan kepada industri di dalam negeri,” jelasnya.

APOLIN juga menekankan untuk menjaga kebijakan P3DN (Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri) melalui sertifikasi TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) yang menjadi bagian penting penguatan industri nasional.

Menurut Norman, Kebijakan TKDN mendorong penggunaan produksi lokal dan menunjukkan kemampuan industri nasional untuk menghasilkan produk yang bernilai tambah tinggi yang memenuhi standar global.

“Kami harapkan konsistensi pelaksanaan kebijakan TKDN akan memberikan sinyal positif kepada pelaku industri oleokimia domestik dan kebijakan hilirisasi sawit sesuai Asta Cita Presiden Prabowo,” tambah Norman.


Selain itu, APOLIN juga mendukung apabila pemerintah menurunkan tarif produk dari Amerika Serikat. Tetapi, kata Norman, pemerintah diminta melindungi kepentingan industri dalam negeri termasuk oleokimia di dalamnya.

“Kami tidak keberatan jika tarif produk dari Amerika Serikat diturunkan atau dihapuskan, selama produk oleokimia dari Indonesia juga diperlakukan adil. Intinya, kita membangun hubungan dagang yang seimbang dan saling menguntungkan,” tegas Norman.

Menurutnya, ekspor oleokimia dari Indonesia ke Malaysia bakalan tergerus dengan kebijakan tarif Trump karena Malaysia dikenakan tarif 24%, lebih rendah dari Indonesia. Jika ekspor tertekan ini akan berimbas terhadap kebijakan hilirisasi di sektor sawit.

Norman mengharapkan adanya kepastian hukum dan berusaha di sektor sawit baik dari hulu sampai hilir untuk memberikan jaminan serta kenyamanan bagi pelaku usaha dalam berinovasi dan mendukung kegiatan perekonomian Indonesia. (FSY/SP)

FA Syam
Editor :MNA